mahidara.com – 14 September 2026 | Urai Antrean di SPBU, Pertamina Terapkan Aturan Ganjil Genap di Wilayah Ini menjadi sorotan utama setelah pemerintah provinsi Sulawesi Selatan bersama PT Pertamina Patra Niaga meluncurkan strategi baru untuk menurunkan kepadatan kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Kota Makassar. Upaya ini dirancang untuk mengatasi antrean yang selama berbulan‑bulan menghambat mobilitas warga.
Latar Belakang Masalah
Pada kuartal pertama 2024, antrean panjang di beberapa SPBU Makassar mencapai lebih dari 30 kendaraan per jam, mengakibatkan waktu tunggu yang tidak efisien serta menimbulkan keluhan publik. Keterbatasan kapasitas penyimpanan, peningkatan permintaan BBM subsidi, serta kurangnya koordinasi distribusi menjadi faktor utama. Menyadari dampak ekonomi dan sosial yang signifikan, Pertamina Patra Niaga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menemukan solusi yang bersifat jangka panjang.
Langkah Sinergis Pertamina dan Pemerintah
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kolaborasi ini mencakup penguatan rantai pasokan, penambahan armada mobil tangki 24 jam nonstop, serta operasional 25 SPBU secara penuh selama 24 jam. Selain itu, tiga unit SPBU modular disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan di area yang sebelumnya kurang terlayani.
Also Read
- Pengiriman BBM ditingkatkan dengan armada tangki yang beroperasi nonstop.
- Penambahan nozzle BBM subsidi dan peningkatan jumlah operator di lokasi strategis.
- Penerapan sistem ganjil‑genap pada nomor plat kendaraan untuk mengatur alur masuk ke SPBU.
Implementasi Aturan Ganjil Genap
Skema utama yang menjadi sorotan dalam upaya menurunkan antrean adalah penerapan aturan ganjil‑genap. Kendaraan dengan nomor plat akhir ganjil diperbolehkan mengisi BBM pada jam tertentu, sementara kendaraan dengan nomor akhir genap melakukannya pada jam lain. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan pada satuan waktu tertentu, sehingga proses pengisian menjadi lebih cepat.
Urai Antrean di SPBU, Pertamina Terapkan Aturan Ganjil Genap di Wilayah Ini tidak hanya menjadi kebijakan administratif, melainkan juga melibatkan sosialisasi intensif kepada masyarakat melalui media lokal, papan informasi di SPBU, serta aplikasi mobile resmi Pertamina. Petugas lapangan ditempatkan untuk memantau kepatuhan dan memberikan bantuan teknis bila diperlukan.
Dampak Terhadap Masyarakat
Setelah dua minggu pelaksanaan, data awal menunjukkan penurunan rata‑rata waktu tunggu sebesar 35 persen. Warga melaporkan pengalaman yang lebih lancar, terutama pada jam sibuk pagi dan sore. Selain itu, peningkatan jam operasional 24 jam di 25 SPBU memberi fleksibilitas bagi pekerja shift malam yang sebelumnya harus menunggu hingga pagi hari.
Petugas keamanan dan pengelola SPBU juga melaporkan penurunan tingkat stres kerja karena alur kendaraan yang lebih teratur. Penambahan nozzle subsidi serta operator tambahan membantu mempercepat transaksi pembayaran, mengurangi antrean di area kasir.
Evaluasi dan Penyesuaian Berkelanjutan
Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen untuk terus memantau kondisi lapangan dan melakukan penyesuaian kebijakan sesuai kebutuhan. Sistem ganjil‑genap akan dievaluasi setiap bulan, dengan kemungkinan penyesuaian jam operasional atau perluasan zona penerapan jika diperlukan.
Urai Antrean di SPBU, Pertamina Terapkan Aturan Ganjil Genap di Wilayah Ini menjadi contoh konkret sinergi antara sektor publik dan swasta dalam mengatasi tantangan logistik energi. Keberhasilan awal di Makassar diharapkan dapat menjadi model bagi kota‑kota lain di Indonesia yang menghadapi permasalahan serupa.
Dengan langkah‑langkah terkoordinasi, peningkatan kapasitas distribusi, serta kebijakan ganjil‑genap yang disiplin, masyarakat Makassar kini dapat menikmati layanan BBM yang lebih cepat, aman, dan terjangkau.
