mahidara.com – 23 September 2026 | Gawat! BYD Shark 6 Kena Recall Massal Gara-Gara Ban Serep Bisa Copot Sendiri menggemparkan pasar otomotif Australia. BYD mengumumkan penarikan kembali seluruh 32.009 unit model pikap plug‑in hybrid Shark 6, termasuk varian Premium, Performance, dan Dynamic, setelah terdeteksi risiko ban serep lepas saat mobil melaju.
Latar Belakang Penarikan
Recall massal ini merupakan salah satu kampanye terbesar BYD di Australia. Semua pemilik Shark 6 yang terdaftar di negara tersebut akan menerima notifikasi resmi melalui email, aplikasi BYD, dan situs khusus yang memungkinkan konsumen memeriksa apakah unit mereka termasuk dalam daftar. Dengan kapasitas muatan hingga 835 kg dan kemampuan towing 2.500 kg, Shark 6 memang menjadi pilihan utama para pekerja dan keluarga, sehingga dampak penarikan ini terasa luas.
Penyebab Ban Serep Lepas
Tim teknis BYD mengidentifikasi tiga faktor utama yang dapat menyebabkan ban serep lepas dari tray:
Also Read
- Keausan Kabel Penopang: Kabel yang menopang ban mengalami keausan tidak wajar akibat gesekan terus‑menerus selama perjalanan.
- Kesalahan Pemasangan: Pada beberapa unit, ban serep dipasang dengan posisi atau torsi yang tidak sesuai, baik di pabrik maupun saat perawatan di bengkel.
- Posisi Tray Tidak Pas: Tray atau wadah ban serep yang tidak terpasang dengan tepat serta baut pengunci yang kurang kencang meningkatkan risiko terlepas.
Jika ban serep terlepas saat mobil melaju, tidak hanya mengganggu stabilitas kendaraan, tetapi juga menimbulkan bahaya bagi kendaraan di belakang yang dapat terkena benturan tajam.
Instruksi Darurat dan Solusi BYD
Untuk menanggulangi masalah ini, BYD memberikan panduan khusus kepada pemilik:
- Lepaskan ban serep sementara dari tray dan simpan di tempat aman sampai perbaikan resmi dilakukan.
- Bawa kendaraan ke dealer resmi BYD terdekat. Perbaikan dan penggantian komponen dilakukan secara gratis (free of charge) dan diperkirakan selesai dalam 30 menit.
- Dealer akan memeriksa kabel penopang, torsi baut, serta posisi tray, lalu mengganti bagian yang rusak dengan komponen baru yang telah disertifikasi.
Selain itu, BYD menegaskan bahwa seluruh proses akan dipantau secara digital, sehingga pemilik dapat melacak status perbaikan melalui aplikasi resmi.
Reaksi Konsumen dan Industri
Warga Australia menyambut langkah recall ini dengan campuran rasa lega dan kekecewaan. Sebagian besar mengapresiasi kecepatan respon BYD, sementara yang lain menilai kejadian ini menurunkan kepercayaan terhadap merek Tiongkok yang tengah naik daun. Pakar otomotif menilai bahwa masalah serupa pada sistem penopang ban serep memang jarang terjadi, namun bila muncul dapat berakibat fatal, sehingga recall menjadi keputusan yang tepat.
Gawat! BYD Shark 6 Kena Recall Massal Gara-Gara Ban Serep Bisa Copot Sendiri menjadi peringatan bagi produsen lain untuk lebih ketat dalam kontrol kualitas komponen sekunder, terutama yang berhubungan langsung dengan keselamatan.
Di Indonesia, meskipun model Shark 6 belum resmi diluncurkan, kasus ini menjadi bahan pertimbangan bagi regulator dan konsumen yang menantikan masuknya kendaraan plug‑in hybrid dari BYD.
Secara keseluruhan, langkah cepat BYD dalam mengumumkan dan mengeksekusi recall menunjukkan komitmen terhadap keselamatan, sekaligus menegaskan pentingnya inspeksi rutin pada komponen yang sering terabaikan seperti ban serep.




