Kenalkan, Khayla Calandre Champan, mantan pegawai kantoran yang pada suatu sore di tengah kemacetan Jakarta memutuskan menukar setelan rapi dengan tinta dan kertas. Tahun 2014, ia menapaki jalur penulisan sambil menjelajahi warung makan—dari bakso Malang hingga rendang Padang—menggali rasa yang menjadi bahan bakar cerita-ceritanya. Di sela‑sela menulis, Khayla tak luput mengamati dinamika politik lokal, menganyam sudut pandang tajamnya ke dalam setiap halaman, seolah mengundang pembacanya duduk bersama di meja makan yang penuh percakapan hangat.