• Rabu, 28 September 2022

Gegara Omnibuslaw Rakyat Sangihe Terusir Oligarki di Tanah Sendiri, Nyatakan Ingin Gabung ke Filipina

- Rabu, 13 Juli 2022 | 13:54 WIB
Kabupaten Kepulauan Sangihe.  (Wikipedia)
Kabupaten Kepulauan Sangihe. (Wikipedia)

MAHIDARA.COM, SANGIHE - Rakyat Sangihe, Sulawesi Utara kini tengah berjuang melawan premanisme negara, atas kontrak PT Tambang Mas Sangihe (TMS), yang dianggap merusak pulau kecil di ujung utara Indonesia tersebut.

Diketahui Sangihe yang terletak di sabuk Pacific memang kaya akan mineral dan sumberdaya alam, oleh karenanya para oligarki yang mengatasnamakan pengusaha berniat mengeruk keayaan aam di pulau Sangihe tersebut.

Film tersebut juga didokumentasikan oleh Watchdoc, yang berkolaborasi dengan Green Peace Indonesia, pemutaran film dan diskusi publik digelar perdana di Perpustakaan Baca di Tebet, Jakarta pada Senin, 11 Juli 2022.

Diketahui, memiliki luas wilayah 736,98 kilometer persegi dan memliki penduduk sebanyak 139.262 jiwa pada tahun 2022, pulau tersebut termasuk pulau kecil yang tidak boleh dieksploitasi.

Dalam diskusi publik yang digelar secara daring, tokoh masyarakat Sangihe Laksdya TNI (Purn) Sulaeman Ponto menuturkan, kedatangan PT TMS yang akan mengeruk emas di tanah Sangihe dapat penolakan dari masyarakat.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Singapore Open 2022

"PT TMS mendapatkan izin operasi pada Januari 2021, tepat setelah disahkannya UU Minerba Nomor 3 Tahun 2022," ujar Sualeman Ponto.

Keluarnya izin operasi PT TMS juga berlangsung sekitar tiga bulan, setelah disahkannya Unda-Undang Cipta Kerja.

Pemerintah melalui Kementrian ESDM memberikan izin mengeluarkan Kontrak karya kepada PT TMS seluas 42 Hekatare, artinya 54 persen luas pulau Sangihe akan ditambang," kata dia.

Halaman:

Editor: Dinda Syahara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X