• Rabu, 28 September 2022

BSSN Ungkap Situs Pemerintah Disusupi Promosi Judi Online Dengan 1,6 Miliar Anomali Traffic

- Sabtu, 9 Juli 2022 | 16:19 WIB
Ilustrasi seorang hacker sedang melakukan tugasnya (Pinterest.com)
Ilustrasi seorang hacker sedang melakukan tugasnya (Pinterest.com)

MAHIDARA.COM, JAKARTA - Juru Bicara Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Ardian Putra, mengatakan pihaknya menemukan situs pemerintah disusupi judi daring berkedok promosi dengan motivasi keuangan.

Peretas menurutnya memanfaatkan situs pemerintah yang kerap diakses masyarakat, karena bisa menaikkan rating iklan.

"BSSN menemukan setidaknya 291 URL (situs web) yang terindikasi dimanfaatkan untuk situs judi daring, didominasi sektor perguruan tinggi sebanyak 68 situs. Situs milik sekolah ada 38 dan sektor pemerintah sebanyak 37 situs. Sektor lainnya yaitu organisasi masyarakat, perusahaan asuransi, koperasi swasta, perusahaan jasa konstruksi, toko obat, dan jasa konsultan pajak," ujar Ardian dikutip dari Antara, Sabtu, 9 Juli 2022.

Baca Juga: Usung Tema Water and Renewable Energy Learning Center, Jasa Tirta II Tingkatkan Kapasitas SDM

Guna mengatasi ini lanjut Ardian, BSSN telah mengeluarkan Peraturan BSSN Nomor 4/2021 Tentang Pedoman Manajemen Keamanan Informasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Dan Standar Teknis, dan Prosedur Keamanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Pedoman tata kelola keamanan sistem itu dapat menjadi panduan bagi penyelenggara sistem elektronik di sektor pemerintah, untuk menjamin keamanan dan keandalan sistemnya. Selain itu, BSSN mengawasi anomali trafik yang masuk dan bersumber dari Indonesia.

Baca Juga: Jadi Korban Haji Furoda, Bupati Cellica Nurrachadiana dan 28 Pejabat Karawang Gagal Berangkat Tahun Ini

“Laporan Tahunan Pemantauan Keamanan Siber mencatat, jumlah anomali trafik yang terindikasi sebagai serangan siber sepanjang tahun 2021 sebanyak 1.637.973022 anomali trafik,” ujar dia.

BSSN juga melakukan pengawasan di mana terdapat kerentanan kritikal pada situs-situs milik pemerintah, yang dapat memicu attacker melakukan serangan pada situs yang mereka targetkan.

Halaman:

Editor: Dinda Syahara

Sumber: Antara

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X