• Jumat, 27 Januari 2023

Baku Hantam Dengan Ormas PP Saat Tarik Unit, DC FIF Purwakarta Akan Dilaporkan ke BPKN

- Senin, 6 Juni 2022 | 13:00 WIB
DC FIF baku hantam dengan ormas PP di Purwakarta
DC FIF baku hantam dengan ormas PP di Purwakarta

MAHIDARA.COM, PURWAKARTA - Usai viralnya anggota ormas Pemuda Pancasila (PP) baku hantam dengan debt collector (DC) sepeda motor Federal Internasional Finance (FIF) Cabang Purwakarta, kini pihak PP Purwakarta akan melaporkan peristiwa tersebut kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN).

Sekretaris MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta, Asep Kurniawan mengatakan, selain telah melanggar Peraturan Kapolri nomor 8 tahun 2011, perusahaan leasing FIF Cabang Purwakarta juga dianggap telah melanggar Undang-undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen (UUPK).

"Terhadap apa yang telah dilakukan perusahaan leasing FIF terhadap warga yang merupakan anggota MPC PP Purwakarta, kami secara kelembagaan akan melaporkan perusahaan pembiayaan tersebut kepada Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, OJK dan Kemendag. Untuk laporan ke pihak Kepolisian sebelumnya telah kami lakukan," ujar Asep kepada awak media, Senin, 6 Juni 2022.

Baca Juga: Nekat Melintas Saat Palang Pintu Tertutup, Tubuh Pria di Karawang Hancur Tersambar Kereta Api

Asep menerangkan, pelaksanaan eksekusi penarikan seharusnya mengikuti prosedur pelaksanaan melalui putusan pengadilan. Sesuai dengan pasal 196 ayat (3) HIR (Herzein Indonesis Reglement) yang mengatur bahwa, kreditur harus mengajukan permohonan kepada ketua Pengadilan Negeri agar dilaksanakan eksekusi atas benda jaminan berdasarkan titel eksekutorial sertifikat jaminan fidusia.

"Jadi penarikan harus berdasarkan putusan pengadilan. Dan pelaku eksekusinya adalah juru sita pengadilan, bukan dari pihak lembaga pembiayaan apalagi mata elang atau debt collector. Kemudian terkait ketiadaan sertifikat fidusia, sebagai debitur atau konsumen selayaknya memiliki salinan sertifikat jaminan fidusia sebagai bukti bahwa objek jaminan tersebut sudah terdaftar atau didaftarkan," tutur Asep.

Selain itu, kata dia, sebagai konsumen, ada UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen yang menjelaskan larangan mencantumkan klausula yang memberikan kuasa dari konsumen kepada lembaga pembiayaan untuk melakukan segala tindakan sepihak termasuk pembebanan denda dan penyitaan obyek fidusia.

Baca Juga: Presiden Sampaikan Ucapan Dukacita Pada Keluarga Ridwan Kamil, Jokowi: Semua Milik Allah

"Lembaga pembiayaan atau leasing juga dilarang menambahkan klausula baru tambahan, lanjutan yang dibuat secara sepihak oleh pelaku. Sehingga apabila pihak lembaga pembiayaan berasumsi bahwa dengan surat tugas sebagai dasar penarikan dan hal tersebut tertera pada surat perjanjian juga tetap tidak dapat dilaksanakan karena melanggar sebagaimana dimaksud dalam UU Perlindungan Konsumen," kata dia.

Halaman:

Editor: Irvan maulana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X