• Minggu, 28 Mei 2023

Nilai Budaya dan Nilai Moral Dalam Novel Sejarah Beserta Contohnya!

- Kamis, 9 Juni 2022 | 10:41 WIB
Parade Budaya Nusantara di halaman Keraton Kasunanan Surakarta tampilkan keindahan busana kebaya. Foto: Dok. Perempuan Indonesia Maju (PIM)
Parade Budaya Nusantara di halaman Keraton Kasunanan Surakarta tampilkan keindahan busana kebaya. Foto: Dok. Perempuan Indonesia Maju (PIM)

MAHIDARA.COM - Karya sastra yang baik, seperti novel sejarah selalu mengandung nilai (value).

Nilai yang terkandung dalam novel sejarah antara lain nilai budaya, nilai moral, nilai agama, nilai sosial, dan nilai estetis.

Nilai yang akan kita bahas pada artikel kali ini, yaitu nilai budaya dan nilai moral.

Baca Juga: Hasil Pertandingan Kualifikasi Piala Asia Indonesia vs Kuwait, Swuad Garuda Menang Atas Tim Tuan Rumah

1. Nilai budaya adalah nilai yang dapat memberikan atau mengandung hubungan yang mendalam dengan suatu masyarakat, peradaban, atau kebudayaan.

Berikut contoh nilai budaya yang terkandung dalam sebuah kutipan novel :

"Dan bila orang mendarat dari pelayaran, dari jauh entahlah dekat, ia akan berhenti di satu tempat beberapa puluh langkah dari dermaga. Ia akan mengangkat sembah di hadapannya berdiri Sela Baginda, sebuah tugu batu berpahat dengan prasasti peninggalan Sri Airlangga. Bila ia meneruskan langkahnya, semua saja jalanan besar yang dilaluinya, jalanan ekonomi sekaligus militer. la akan selalu berpapasan dengan pribumi yang berjalan tenang tanpa gegas, sekalipun di bawah matari terik." (Sumber: Pramoedya Ananta Toer, Mangir, Jakarta, KPG, 2000)

Baca Juga: Pengertian dan Struktur Cerita Sejarah yang Baik dan Benar

Nilai budaya dalam kutipan di atas adalah nilai budaya Timur yang mengajarkan hidup tenang, tidak terburu-buru, segala sesuatunya harus dihubungkan dengan alam.

2. Nilai Moral adalah nilai yang dapat memberikan atau memancarkan petuah atau ajaran yang berkaitan dengan etika atau moral.

Berikut contoh nilai moral yang terkandung dalam sebuah kutipan novel :

Baca Juga: Bingung Cara Menulis Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Sumber Informasinya? Ini Dia Caranya!

"Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan Maha Dewa. Sang Hyang Widhi merestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabanku, kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka yang tak berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang mengingkari kebenaran maka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di atas bumi ini.... dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa." (Sumber: Pramoedya Ananta Toer. Mangir, Jakarta, KPG, 2000)

Nilai moral dalam kutipan di atas adalah ketakutan membela kebenaran sama buruknya dengan kejahatan karena sama-sama melanggar keadilan.

Demikian pembahasan mengenai niila budaya dan moral yang terdapat dalam novel sejarah.***

 

Halaman:

Editor: Mayadasari

Sumber: Kemendikbud

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pulang Kampung Bangun Karawang Lebih Baik

Rabu, 24 Mei 2023 | 12:00 WIB

Warga Antusias Melepas Ki jaga Raksa, Ini Sejarahnya

Senin, 15 Agustus 2022 | 09:46 WIB

Sandiyantanti Jalani Ujian NKP Sespim Polri

Senin, 4 Juli 2022 | 20:58 WIB

Terpopuler

X