mahidara.com – 20 September 2026 | Bernardo Tavares Kecewa Persebaya Gagal Pertahankan Kemenangan menjadi sorotan utama setelah laga menegangkan melawan Garudayaksa FC. Pelatih asal Portugal tersebut tidak menyembunyikan rasa frustrasinya karena tim kesayangan tidak mampu menjaga keunggulan yang diperoleh pada babak pertama.
Latar Belakang Pertandingan
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo itu awalnya terlihat menjanjikan bagi Persebaya Surabaya. Pada menit ke-23, tim tuan rumah berhasil mencetak gol pertama lewat serangan balik cepat yang memanfaatkan kesalahan pertahanan lawan. Namun, Garudayaksa FC kembali bangkit dan menyamakan kedudukan pada menit ke-38. Kedua tim kemudian berjuang keras hingga jeda istirahat, dengan skor akhir 1-1.
Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares melakukan beberapa pergantian strategi, menurunkan pemain sayap yang lebih cepat dan menambah tekanan pada lini tengah. Usaha tersebut membuahkan hasil pada menit ke-57 ketika Persebaya mencetak gol penentu lewat tendangan bebas yang dieksekusi dengan presisi tinggi. Namun, kegembiraan itu tidak bertahan lama karena Garudayaksa FC kembali mencetak gol balasan pada menit ke-73, memaksa Persebaya menahan hasil imbang hingga peluit akhir.
Also Read
Reaksi Bernardo Tavares
Setelah pertandingan berakhir, Bernardo Tavares Kecewa Persebaya Gagal Pertahankan Kemenangan secara terbuka dalam konferensi pers. Ia menekankan bahwa kegagalan mempertahankan keunggulan bukan hanya masalah mental, melainkan juga kesalahan taktis yang terjadi pada fase transisi. “Kami harus lebih disiplin dalam menutup ruang bagi lawan, terutama setelah kami mencetak gol. Kelemahan di lini tengah menjadi celah yang dimanfaatkan Garudayaksa,” ujar Tavares.
Pelatih tersebut menambahkan bahwa ekspektasi klub dan suporter sangat tinggi, sehingga setiap kekalahan, bahkan imbang, terasa berat. “Saya pribadi kecewa karena kami tidak dapat menunjukkan konsistensi yang diharapkan. Ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk perbaikan selanjutnya,” tegasnya.
Analisis Taktik
Berikut beberapa poin penting yang menjadi sorotan dalam analisis taktik pertandingan:
- Penguasaan Bola: Persebaya mendominasi penguasaan bola sekitar 58%, namun tidak berhasil memanfaatkan peluang yang ada secara maksimal.
- Transisi Cepat: Ketika Garudayaksa menyerang balik, pertahanan Persebaya tampak lambat dalam kembali mengorganisir diri, memberi ruang bagi lawan untuk menciptakan peluang.
- Eksekusi Bola Mati: Gol penentu berasal dari tendangan bebas, menandakan bahwa set-piece menjadi senjata utama tim.
- Peran Pemain Sayap: Pergantian pemain sayap pada menit ke-55 memberikan kecepatan tambahan, namun kurangnya koordinasi dengan striker membuat peluang menjadi terbatas.
Langkah Perbaikan Kedepannya
Bernardo Tavares telah merencanakan serangkaian perbaikan untuk mengatasi kekurangan yang teridentifikasi:
- Latihan khusus pada fase transisi defensif untuk meningkatkan kecepatan kembali ke posisi bertahan.
- Penajaman taktik set-piece melalui sesi video analysis dan latihan intensif.
- Penguatan mental pemain melalui workshop psikologis, agar tim dapat mempertahankan fokus setelah mencetak gol.
- Pencarian opsi pemain pengganti yang lebih adaptif pada sistem permainan Tavares, khususnya di lini tengah.
Selain itu, manajemen klub diharapkan dapat memberikan dukungan fasilitas latihan yang lebih modern serta memperkuat kedalaman skuad menjelang fase akhir kompetisi.
Secara keseluruhan, meskipun Bernardo Tavares Kecewa Persebaya Gagal Pertahankan Kemenangan, ia tetap optimis bahwa tim dapat bangkit kembali. Dengan memperbaiki aspek taktis dan mental, Persebaya Surabaya berpotensi kembali menjadi kandidat kuat dalam perebutan gelar Liga 2 musim ini.




